h1

RUSIA BERKOMITMEN REALISASIKAN KREDIT NEGARA BAGI ALUTSISTA TNI

April 4, 2008

Jakarta, Pemerintah Rusia menyatakan, pihaknya berkomitmen merealisasikan pencairan kredit negara (state credit) senilai satu miliar dolar AS, bagi modernisasi alat utama sisten senjata (alutsista) TNI.

“Kita terus berupaya untuk segera mencairkan kredit negara yang merupakan bagian dari kerja sama teknik militer antara Rusia dan Indonesia,” kata Duta Besar Rusia Alexander A. Ivanov, usai diterima Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan, meski ada perubahan kepemimpinan di Rusia namun komitmen Negeri Beruang Merah itu untuk menjalin dan meningkatkan kerja sama dengan Indonesia, termasuk dalam bidang teknik militer, tetap sama dan tidak berubah.

“Tidak ada perubahan komitmen dari kami tentang realisasi pencairan kredit negara bagi persenjataan TNI,” kata Ivanov.

Namun, kata dia, untuk merealisasikan kredit negara itu dalam negeri Rusia harus menjabarkan secara benar dan tepat setiap butir kesepakatan yang terkait dengan pencairan kredit negera itu.

“Ini bukan perkara yang mudah, masalah kredit negara menyangkut banyak aspek apalagi kesenjataan yang berasal dari Rusia yang akan dibiayai oleh kredit negara itu, adalah persenjataan modern yang sangat canggih. Jadi, kita perlu teliti tentang spesifikasi tekniknya dan lain-lain,” kata Ivanov.

Pembahasan internal tentang kredit negara Rusia bagi TNI, terus dilakukan bahkan sebelum akhir Maret 2008 beberapa delegasi Rusia akan berkunjung ke Indonesia guna membicarakan tindaklanjut pemberian kredit negara tersebut.

“Setiap pembahasan perkembangan kita komunikasikan, jadi kita terus melakukan kerja sama atau pembahasan bersama,” kata Ivanov.

Jadi, menurut dia, tidak benar ada keterlambatan. Semua tahapan yang dilakukan dalam proses pencairan kredit negarait terus dilakukan dan dikomunikasikan dengan Indonesia, sesuai yang tercantum dalam nota kesepahaman kedua pihak.

Sebelumnya, Departemen Pertahanan (Dephan) RI menyatakan, ada keterlambatan pencairan kredit negara Rusia bagi modernisasi persenjataan TNI akibat perbedaan intepretasi antara Indonesia dan Rusia.

Pihak Rusia menilai, kredit negara hanya membiayai pengeluaran yang terjadi di Rusia, termasuk untuk membiayai “local content.”

Sedangkan pihak Indonesia menganggap kredit negara Rusia itu merupakan alternatif pembiayaan seperti pinjaman luar negeri lainnya yang cakupan pembiayaan meliputi seluruh kebutuhan proyek dan kontrak dimaksud. “Local content” dimaksud adalah “site preparation” (hanggar, gudang, dermaga, gedung dan lain-lain), penyiapan awak, inspeksi dan sebagainya yang harus tercantum, agar materail kontrak dapat berfungsi baik.

Sumber : http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8255

4 comments

  1. Dalam rangka Harkitnas – 100 ada Trophy Ka Badiklat untuk Blogs terbaik lingkungan Badiklat, baik untuk weblog perorangan maupun unit ! So far, Enno (perorangan) dan Subpok Mandarin (unit) masih di rangking teratas! Tolong sebar luaskan supaya kompetisi lebih seru! Infokan blog-blog yang ingin partisipasi ke: antonbiantoro@yahoo.com. Selamat meningkatkan blog masing-masing!


  2. smoga memang benar…


  3. smoga……


  4. amin…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: